p

Wednesday, January 6, 2010

Die Cast 0070 Maisto 57 CHEVROLET CORVETTE


ID : 0070 
Produsen : Maisto
Type : 57 CHEVROLET CORVETTE
Skala : 1:64
Stock : SOLD

Hub : Rachmad Hidayat 081392161875 / (021)71363680
email : rachmadtama@gmail.com

Harga belum termasuk ongkos kirim
Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer di Bank BCA 2291559508 a.n Rachmad Hidayat (setelah ditambah ongkos kirim)

Negara Asal: China
Harga: Rp.22.000,00

Die Cast 0069 Maisto 1932 FORD


ID : 0069 
Produsen : Maisto
Type : 1932 FORD
Skala : 1:64
Stock : SOLD

Hub : Rachmad Hidayat 081392161875 / (021)71363680
email : rachmadtama@gmail.com

Harga belum termasuk ongkos kirim
Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer di Bank BCA 2291559508 a.n Rachmad Hidayat (setelah ditambah ongkos kirim)

Negara Asal: China
Harga: Rp.22.000,00

Monday, January 4, 2010

Audi A4 Cars gallery 2009 2010

Both the Audi A4 Quattro and the Audi A6 Quattro won “All-Wheel Drive Car of the Year 2009” in specialist all-wheel drive magazine, Auto Bild Allrad’s reader poll. used audi a4

Audi have now topped two categories for four years in a row, demonstrating their dominance in the motoring sector. The Audi A4 Quattro won best all-wheel drive car between £25,000 and £40,000 whilst the A6 Quattro was victorious in the all-wheel drive category above£40,000.

The Quattro (all-wheel drive) range has proved to be very popular since its introduction in the 80’s as it enables cars to cope with all weather conditions and road surfaces.

Audi also achieved top-three places in other categories in Auto Bild Allrad’s readers poll. The Audi Q5 finished second in the “off-road vehicles and SUVs”between £25,000 and £40,000”, whilst the Audi R8 and the Audi A5 Quattro came second and third in the category of “all-wheel drive coupes and sports cars”.

More than 165,000 readers took part in this poll which covered 134 car models, this shows just how strong Audi are in the all-wheel drive sector.

Now, we know what you’re thinking “between £25,000 and £40,000… that’s a lot of money for a motor.” Well, that’s what we’d be thinking. It’s good thing, then, that Audi A4 and Audi A6 are available at prices low enough to cause a double take at our showrooms in Cardiff, Swindon and Northampton and all our stock is viewable on our new-look car-review pages to help you get a better idea of what you can get for your money when you get a used car with the CarShop.

And, we’ve also got a vast choice of used Audi Q7s available across all three of our locations – one of which was recently snapped up by a local lottery winner too – offering superb 4×4 and off-road handling at an affordable price.

We’d like to think that when it comes to used cars, be it award-winners like Audi or any marque, and would love to hear your opinion on these 4-Ringed motors.

Swing by our showrooms, leave us a comment here or on facebook or even give our twitter a tweet and let us

Audi A4Audi A4
Audi A4Audi A4
Audi A4Audi A4
Audi A4Audi A4
Audi A4Audi A4

Yamaha Jupiter Z Ala Rossi

GB
Ide yang pertama muncul di otak modifikator Topo dari Tauco Custom adalah mengubah kapasitas mesin menjadi 250 cc dengan mengaplikasikan seher Scorpio Z. Dan untuk pendingin disematkan oil cooler Bajaj 200.
21/12/2009 13:05

Yamaha Jupiter Z Ala Rossi

Fotografer - Muhamad Ikhsan
Akibat terlalu keranjingan nonton balap motor MotoGP, Ade yang tinggal di Slipi, Jakarta ini ingin mengubah motornya menjadi seperti yang dipakai Valentino Rossi.

Foto Lain:

UU Lalu Lintas Matikan Bisnis Aksesoris Motor

Gambar

Jakarta - Modifikator roda dua menyesalkan disahkannya Undang-undang (UU) Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan khususnya Bab VII pasal 48. Sebab undang-undang itu dinilai akan mematikan bisnis aksesoris roda dua di tanah air.

"Kita para modifikator sempat kaget dengan peraturan baru itu. Undang-undang itu bahaya sekali, tanpa diketahui undang-undang itu bisa mematikan bisnis aksesoris roda dua di Indonesia," kata modifikator R2 Hantu laut, Dony ketika ditemui di sela-sela acara Geber Suzuki di parkir Tennis In-door Senayan Jakarta, Minggu (13/12/2009).

Menurutnya pemerintah tidak melihat dampak dari undang-undang yang berlaku. Sebab undang-undang itu akan menghasilkan undang-undang yang sangat tidak sosialis. "Peraturan yang sangat tidak sosialis. Modifikator motor juga banyak yang memanfaatkan aksesoris roda dua, dan kita saling bersangkutan, kita ini manusia yang sosial," ucapnya.

Sementara data yang diterima detikOto dari Dony, bisnis aksesoris di Jawa Barat sudah turun 40 persen, seperi bisnis knalpot. "Akibatnya modifikator enggan menggunakan knalpot yang dinilai melebihi ambang batas kebisingan," ujarnya.

Tidak hanya itu, aksesoris lainnya seperti lampu, pelek, dan bodi kit juga dinilai mandek akibat peraturan itu. "Masih banyak lagi seperti bisnis aksesoris lampu, velg dan lain-lain," ungkapnya.

Sementara Topo Goedel Atmodjo, sang kreator dari Tauco Custom mengutarakan hal yang sama. UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Bab VII pasal 48 dinilai mematikan bisnis aksesoris. "Karena modifikator serba salah untuk melakukan modifikasi yang terbentur dengan peraturan," jelas Topo.

Topo menjelaskan peraturan itu akan menjadi momok bagi pebisni dan modifikator. "Lihat saja itu akan menjadi momok bagi modifikator dan pebisnis aksesoris," ungkapnya.

Namun Topo menyakini dengan adanya UU baru, akan pula terwujud gaya modifikasi terbaru di negeri ini untuk menghindari undang-undang yang memberatkan. "Tapi ada segi positifnya, bakal ada gaya baru. Dan modifikator akan lebih berimprovisasi pada hasil karyanya," tegas Topo.

Gaya Modifikasi Motor 2010

Gambar
Motor garapan Topo (syu)

Jakarta - Pergerakan gaya modifikasi roda dua dari tahun ke tahun memang mengalami perubahan tren, umumnya mengikuti aura memodifikasi itu sendiri.

Namun tak terlepas dari aksesoris yang pada dasarnya mengikuti tren dari tahun ke tahun sesuai dengan fungsional dan kebutuhan.

Berhubung 12 bulan di 2009 hampir terlewati, tentu banyak isyarat dari penggemar otomotif dalam menyongsong dunia modifikasi di 2010. Apakah ada perubahan dengan tren modifikasi di 2010?

Nah, rumah yang biasa menjagal sepeda motor di bilangan Ragunan, Tauco Costum mengisyaratkan bakal banyak perubahan dalam merombak si kuda besi di tahun depan. Yups apa aja sih brow ?

Begini, Topo Goedel Atmodjo selaku pimpinan bengkel mengatakan transisi gaya memodifikasi akan terjadi pada motor bebek di 2010 yang umumnya bakal menjadi bebek berpenampilan klimis namun tetap menantang.

"Konsep modifikasi motor bebek di tahun bakal ke arah European Style yang lebih kearah minimalis, namun tetap mengeluarkan auranya," kata Topo kepada detikOto, Kamis (10/12/2009).

Konsep Eropa minimalis yang dimaksud Topo adalah gaya modifikasi yang tidak terlalu berubah total alias merombak bodi motor 100 persen. Sebab menurutnya di 2010 para penikmati modifikator lebih menyukai aura modifikasi yang apa adanya.

"Paling hanya menambah aksesoris dan yang pantas diaplikasikan pada motornya," katanya.

Enggak cuma bodi saja yang minimalis, mesin juga lanjut Topo bakal tampil apa adanya, karena dinilai untuk memenuhi mobilitas sehari-hari. "Mesin enggak banyak berubah kok bro, di 2010 kemungkinan banyak orang yang tidak merombak mesin bawaan pabrik," jelas pria berjambul itu.

Dan untuk warnanya, motor bebek yang telah dimodifikasi tentu masih menggunakan warna-warna cerah untuk memikat perhatian. Beitu juga dengan konsep ban yang lebar dibelakang bakal masih diaplikasikan oleh modifikator tanah air.

"Tak lepas ban-ban lebar juga masih digandrungi di 2010," tandasnya.

Berbeda dengan motor batangan, sebut saja Scorpio, V-Xion, Tiger dan lain-lain. Nah, untuk konsep motor laki itu Topo yang juga sering keluar masuk tipi itu mengungkapkan akan sering menggunakan konsep Streetfighter. Enggak cuma velg gede doang, tampilan bodi juga akan tampil sangar namun masih memikirkan unsur keselamatan.

Tahun 2010 motor batangan gayanya lebih ekstrem dengan warna-warna mencolok seperti merah dan biru

Namun untuk daily use atau yang sekadar ingin terlihat beda, tarikan garis tajam yang biasa menempel pada konsep motor tersebut dikurangi dengan alasan safety untuk pengendara lainnya. "Bodi cenderung lebih di-improve agar tidak terlihat ekstrem, tapi tetap mencolok dan terlihat beda," ujarnya.

Dan untuk menunjang bodi streetfighter, grafisnya cenderung simpel dengan stripping di kedua sisi bodi saja. "Airbrush masih tetap digunakan dengan warna-warna yang disesuaikan," imbuhnya. Sedangkan untuk mengorek-ngorek mesin pada kons streetfighter juga akan mulai ditinggalkan. "Alasan safety dan fungsional," tutupnya

Sistem pengapian CDI

Capacitor Discharge Ignition (CDI)
merupakan sistem pengapian elektronik yang sangat populer
digunakan pada sepeda motor
saat ini. Sistem pengapian CDI terbukti lebih menguntungkan dan lebih baik
dibanding sistem pengapian konven-sional
(menggunakan platina). Dengan
sistem CDI, tegangan pengapian
yang dihasilkan lebih besar (sekitar 40 KV) dan stabil sehingga proses
pembakaran campuran bensin dan udara bisa berpeluang makin sempurna
Dengan demikian, terjadinya endapan karbon
pada busi juga bisa dihindari. Selain itu, dengan sistem CDI tidak memerlukan penyetelan seperti penyetelan pada platina. Peran platina telah digantikan oleh oleh thyristor sebagai saklar elektronik dan pulser coil atau “pick-up coil” (koil pulsa generator) yang dipasang dekat flywheel generator atau rotor alternator (kadang-kadang pulser coil menyatu sebagai bagian dari komponen dalam piringan stator, kadang-kadang dipasang secara terpisah).
Secara umum beberapa kelebihan sistem pengapian CDI dibandingkan dengan sistem pengapian konvensional adalah antara lain :
1. Tidak memerlukan penyetelan saat pengapian, karena saat pengapian terjadi secara otomatis
yang diatur secara
elektronik.
2. Lebih stabil, karena tidak ada loncatan bunga api seperti yang terjadi pada breaker point (platina) sistem pengapian konvensional.
3. Mesin mudah distart, karena tidak tergantung pada kondisi platina.
4. Unit CDI dikemas dalam kotak plastik yang dicetak sehingga tahan terhadap air dan
goncangan.

5. Pemeliharaan lebih mudah, karena kemungkinan aus pada titik kontak platina tidak ada.


Cara Kerja Sistem Pengapian CDI


Pada saat magnet permanen (dalam flywheel
magnet) berputar, maka akan dihasilkan arus listrik AC dalam bentuk induksi listrik dari source coil seperti terlihat pada gambar disamping. Arus ini akan diterima oleh CDI unit dengan tegangan sebesar 100 sampai 400 volt. Arus tersebut selanjutnya dirubah menjadi arus setengah gelombang (menjadi arus searah) oleh diode, kemudian disimpan dalam kondensor (kapasitor) dalam CDI unit. Kapasitor tersebut tidak akan melepas arus yang disimpan sebelum SCR (thyristor) bekerja. Pada saat terjadinya pengapian, pulsa generator akan menghasilkan arus sinyal. Arus sinyal ini akan disalurkan ke gerbang (gate) SCR. Dengan adanya trigger (pemicu) dari gate tersebut, kemudian SCR akan aktif (on) dan menyalurkan arus listrik dari anoda
(A) ke katoda (K).
Dengan berfungsinya SCR tersebut, menyebabkan kapasitor melepaskan arus (discharge) dengan cepat. Kemudian arus mengalir ke kumparan primer (primary coil) koil pengapian untuk menghasilkan tegangan sebesar 100 sampai 400 volt sebagai tegangan induksi sendiri. Akibat induksi diri dari kumparan primer tersebut, kemudian terjadi induksi dalam kumparan sekunder dengan tegangan sebesar 15 KV sampai 20 KV. Tegangan tinggi tersebut
selanjutnya mengalir ke busi dalam bentuk loncatan bunga api
yang akan membakar campuran bensin dan udara dalam ruang bakar. Terjadinya tegangan tinggi pada koil pengapian adalah saat koil pulsa dilewati oleh magnet, ini berarti waktu pengapian (Ignition Timing) ditentukan oleh penetapan posisi koil pulsa, sehingga sistem pengapian CDI tidak memerlukan penyetelan
waktu pengapian seperti pada sistem pengapian
konvensional. Pemajuan saat pengapian terjadi secara otomatis yaitu saat pengapian dimajukan bersama dengan bertambahnya tegangan koil pulsa akibat kecepatan putaran motor. Selain itu SCR pada sistem pengapian CDI bekerja
lebih cepat dari contact breaker (platina) dan kapasitor
melakukan pengosongan arus (discharge) sangat cepat, sehingga kumparan sekunder koil pengapian teriduksi dengan
cepat dan menghasilkan tegangan yang cukup tinggi untuk
memercikan bunga api pada busi.


SISTEM PENGAPIAN BATERAI

21.11.09

Sistem pengapian (Ignition system) pada automobil berfungsi untuk menaikkan tegangan baterai menjadi 10 KV atau lebih dengan menggunakan ignition coil di mana tegangan tersebut dibagikan ke tiap busi oleh distributor. Konstruksi sistem pengapian konvensial terdiri atas:
1. Baterai
Baterai menyediakan arus listrik tegangan
rendah (12 V).
2. Ignition coil berfungsi untuk menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian.
3. Distributor terdiri dari atas cam (nok), membuka breaker point (platina) pada sudut crankshaft poros engkol yang tepat untuk masing-masing silinder.
*Breakerpoint (platina)
Memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan induksi magnetik listrik.
* Capasitor atau kondensor
Menyerap loncatan bunga api yang terjadi antara breaker point pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder.
* Centrifugal governor advancer
Memajukan saat pengapian sesuai dengan putaran mesin.
*Vacuum advancer
Memajukan saat pengapian sesuai dengan putaran mesin.
*Rotor
Membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi.
*Distributor Cap
Membagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi dari ignition coil ke busi.
4. Kabel tegangan tinggi(high tension cord)
Mengalirkan ar
us listrik tegangan tinggi dari ignition coil ke busi.
5. Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi loncatan bunga melalui elektrodanya.


SISTEM PENGAPIAN MAGNET

24.11.09

Sistem pengapian ini adalah salah satu sistem pada motor bakar yang penting untuk diperhatikan. Sistem penyalaan ini erat hubungannya dengan tenaga (daya) yang dibangkitkan oleh suatu mesin. Apabila sistem ini tidak bekerja dengan baik dan tepat, maka hal ini dapat mengganggu kelancaran pembakaran dengan bahan bakar dan udara di dalam selinder, sehingga tenaga yang dihasilkan oleh mesin berkurang. Pada sistem baterai, supply arus listrik berasal dari baterai, sedangkan pada sistem magnet arus listrik berasal dari generator AC.